Pembuat Polisi Tidur Yang Tak Ikuti Aturan Dapat Dipidana!

Indramayuonline.com – Polisi tidur merupakan jalan yang ditinggikan dengan aspal atau semen yang dipasang melintang dijalan, dengan tujuan agar pengguna jalan yang melintas mengurangi laju kecepatannya berkendara.

Demi keselamatan dan kesehatan pengguna jalan maka ketinggiannya diatur. Juga dilengkapi dengan rambu-rambu pemberitahuan mengenai adanya polisi tidur. Khusus pada malam hari, maka polisi tidur dilengkapi dengan marka jalan dengan garis serong berwarna putih atau kuning yang kontras sebagai pertanda.

Akan tetapi pembuatan polisi tidur di Indonesia umumnya banyak bertentangan dengan aturan yang berlaku. Banyak pengendara yang mengeluh dengan wilayah yang memiliki banyak polisi tidur karena terlalu tinggi dan besar, bahkan tidak beraturan hingga bagian bawah kendaraan terbentur keras.

Dalam aturan hukum, pembuat polisi tidur yang tidak mengikuti peraturan yang berlaku dapat dikenai pidana, seperti yang tertuang dalam peraturan No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan dengan ancaman pidana. Ada dua pasal yang mengatur mengenai hal ini yakni pasal 274 dan 275.

Pasal 274 menyebutkan setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan kerusakan dan atau gangguan fungsi jalan seperti yang dimaksud dalam pasal 28 ayat 1 dapat dipidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 24.000.000

Kemudian pada pasal 275 ayat 1, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, fasilitas pejalan kaki dan alat pengaman pengguna jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat 2 dipidana kurungan paling lama satu bulan dan denda paling banyak Rp 250.000.

Peraturan mengenai ukuran serta penempatan polisi tidur sudah diatur dalam peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM.3 tahun 1994 Pasal 4. Peraturan ini menjadi acuan untuk membuat polisi tidur yang benar dan aman untuk pengguna jalan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*