Negara Bagian Malaysia Memberlakukan Hukum Cambuk di Hadapan Publik

Indramayuonline.com – Para pelaku tindak kriminal yang melanggar hukum syariah di negara bagian Kelantan, Malaysia, dikenakan hukuman cambuk.

Wakil Menteri Besar Datuk Mohd Amar Nik mengatakan bahwa hukuman ini dapat diterapkan setelah pemerintah mengamandemen salah satu undang-undang. Menurutnya, keputusan ini sesuai dengan ajaran agama. Di kutip dari New Straits Times, Kamis (13/7/2017) hukum cambuk tidak hanya dilakukan di dalam penjara.

“Namun, dengan amandemen tersebut, hukuman bisa dilakukan di depan umum atau di penjara tergantung keputusan pengadilan,” ucap Amar.
Partai islam Se-Malaysia (PAS) menyutujui amandemen tersebut. Namun anggota Asosiasi China Malaysia menepis bahwa keputusan cambuk di depan publik tidak sesuai dengan hukum federal.

Amandemen RUU ini diajukan oleh Ketua Komite Pembangunan Negara Islam, Datuk Nassruddin Daud.
“Hukum ini tidak diterapkan bagi non muslim,”ujar Nassruddin.

Dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) yang disetujui menjadi UU Hukum Syariah tersebut dinyatakan, ukuran maksimal panjang dan diameter cambuk yang diizinkan adalah 1,2 meter dengan diameter 1,25 sentimeter. (Riz/Sep)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*