Begini Cara Antisipasi Kecelakaan Mobil dari Belakang

Memang saat yang tak terhindarkan seperti kecelakaan, bisa datang kapan saja dan dimana saja. Untuk itu, pengendara selalu dituntut untuk selalu berhati-hati ketika berada di jalan raya yang ramai maupun sepi.

Namun, hal itu saja tidak cukup, pengendara juga harus belajar dan mengetahui cara mengemudi yang aman dan benar sebagai bentuk antisipasi agar tak terjadi kecelakaan yang tak diinginkan.

Berbagai sumber kecelakaan bisa berasal dari segala arah, baik depan, samping, dan belakang.

Senior Instruktur Indonesia Road Safety (Irsa) menjelaskan, untuk menghindari tertabrak dari depan dan belakang, pengemudi harus bisa jaga jarak dengan kendaraan lain, “Antisipasi tabrakan depan jaga jarak aman 2-3 detik. Untuk menghindari tabrak dari belakang, selalu cek spion sesering mungkin. Karena bahaya terbesar justru dari belakang karena tak selalu dilihat. Cek kaca spion tak hanya tengah dan kanan, tetapi juga yang kiri”.

Jika hendak berbelok, pengendara jangan Cuma melihat kaca spion saja, tapi luangkan waktu untuk menoleh, ke samping atau belakang. Cara ini dilakukan juga untuk mengurangi dampak buruk blind spot atau titik buta.

“Selalu cek spion sebelah kiri, tengah, dan kanan. Ketika berbelok, usahakan untuk menoleh. Sebagai contoh, mobil yang dikendarai berkecepatan 30 kilometer per jam, sementara kendaraan yang disampingnya lebih cepat sekira 40 kilometer per jam. Ketika melihat spion kendaraan itu tak terlihat, karena berada di area blind spot, tanpa disadari mobil itu sudah mendahului atau tepat di samping, maka yang terjadi bisa saja mobil yang kita kendarai menabrak mobil di samping, maka yang terjadi bisa saja mobil yang kita kendarai menabrak mobil di samping. Jadi pastikan clear blind spot dengan menoleh sekilas, pastikan kanan dan kiri mobil kosong, tanpa kendaraan atau berada bergerak lainnya” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*