Anda Kecanduan Kopi? Mix dengan Teh Agar Lebih Sehat

Kopi adalah minuman yang kerap digemari oleh sebagian orang. Berbagai alasan pun terkuak, ada yang menyukai karena rasanya yang khas, serta aromanya. Tak ayal, kopi dipilih untuk menemani menyelesaikan pekerjaan jika tengah dikejar oleh deadline.

Hal tersebut dikarenakan kopi mengandung kafein yang bisa menjadi stimulasi untuk tubuh. ada juga orang yang tak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Setiap harinya, setidaknya harus meminum kopi satu cangkir atau bahkan lebih dari yang dianjurkan. Jika sudah seperti ini, orang tersebut sudah kecanduan kopi.

Mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa menyebabkan gangguan masalah pencernaan, kolesterol tinggi, dan sulit tidur atau insomnia. Kopi juga bisa menimbulkan migrain. Dilansir dari Popular Science, mengurangi jumlah asupan kafein bisa mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi sakit kepala. Dampak lain yang bisa didapatkan dari mengurangi asupan kafein adalah tidur yang lebih nyenyak dan tingkat kecemasan yang menurun.

Bagi Anda pecinta kopi, sangat disarankan untuk mengurangi jumlah kopi atau bahkan berhenti meminumnya. Namun, yang namanya menghilangkan kebiasaan, tentu merupakan hal yang sulit dilakukan. Seorang ahli gizi dan olahraga, Leslie Bonci menjelaskan, untuk menghilangkan kecanduan terhadap kopi adalah hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengetahui jumlah asupan kopi yang Anda konsumsi setiap harinya.

Setelah mengetahui jumlah asupan kopi yang Anda terima, cobalah turunkan frekuensi minum kopi secara bertahap. Sebagai contoh, apabila dalam satu hari Anda mengonsumsi 3 cangkir kopi, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi dua cangkir kopi. Atau, apabila Anda biasanya mengonsumsi secangkir kopi setiap hari, Anda bisa mengonsumsinya menjadi 3 kali seminggu.

Lalu pada malam hari, Anda bisa meningkatkan frekuensi berkurangnya jumlah kopi. Hal ini tentunya akan mudah untuk dijalani. Sebab, di dalam kopi terdapat kafein yang bisa menyebabkan kecanduan secara personal. Apabila Anda mengurangi asupannya, tubuh akan mendorong agar Anda selalu mengonsumsinya lebih banyak.

“Orang sering lupa bahwa kafein adalah obat yang bisa menyebabkan kecanduan. Ketika mereka memulai untuk mengurangi asupannya, selalu ada gejala yang menginginkan Anda untuk mengonsumsi lebih. Gejalanya antara lain ialah sakit kepala, mual, gugup, konstipasi, kelelahan dan perasaan terasa lesu” ujar Bonsci.

Untuk mengatasi hal tersebut, Bonci memberikan trik yang bisa mengurangi gejalanya, yakni dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan lain yang rendah kafein.

“Latihan fisik adalah stimulasi agar bisa memberikan energy pada tubuh untuk bersikap aktif. Selain itu, endorfin yang dikeluarkan saat berolahraga bisa memberikan sedikit perasaan euphoria sehingga membuat aliran darah lebih lancar. Dengan begitu, Anda bisa tetap fokus untuk tetap tak minum kopi lagi” jelasnya.

Alternatif terbaik yang bisa Anda lakukan adalah memilih teh sebagai pengganti kopi. Sama seperti kopi, teh juga mengandung kafein, akan tetapi kadarnya jauh lebih sedikit. Dengan mengonsumsi teh, tubuh mendapatkan tambahan kafein sehingga rasa kecanduan bisa lebih diatasi. Cara lain adalah membiarkan rasa keinginan untuk mengonsumsi lebih itu hilang. Biasanya, rasa itu tak akan berlangsung lama.

Melepaskan diri dari kecanduan kopi memang tak bisa instan. Diperlukan waktu sampai 3-4 minggu, baru setelah itu tubuh sudah mulai terbiasa dengan asupan yang lebih sedikit atau tak ada kafein. Anda perlu rutin dan bertahan dalam proses menghilangkan kecanduan terhadap kopi.

About admin 102 Articles

Indramayu Online” ialah sebuah portal web berita dan artikel daring,
yang dikemas secara kreatif, informatif dan inspiratif.
“Indramayu Online” memberikan informasi seputar berita lokal di Indramayu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*