AC Mobil Sering Tak Dingin? Ini Penyebabnya!

Mungkin Anda pernah merasakan berada di mobil saat cuaca panas, namun suhu mobil Anda tak sejuk? Pasti perjalanan tak akan nyaman dan sangat membuat pusing bukan?

Bicara mengenai suhu kabin mobil yang panas, maka perangkat AC akan menjadi tersangka utama. Bisa jadi AC tak bekerja secara optimal atau ada beberapa bagian yang harus diperbaiki atau bahkan diganti.

Jika Anda mengalami kondisi demikian pada kendaraan pribadi Anda, jangan panik dahulu. Pertama, cek dulu suhu pengaturnya. Jika temperature sudah di posisi maksimal tetapi tak dingin, maka perlu dilakukan pengecekan pada Freon, apakah masih ada atau tidak.

Namun, sebenarnya dingin atau tidaknya AC tak hanya bergantung pada ketersedian Freon, namun juga budaya kita dalam mengoperasikan perangkat pendingin kabin tersebut.

Terkadang, pengguna mobil asal menghidupkan AC, padahal momentumnya tak tepat. Pasalnya, AC tak bekerja sendirian, namun juga terhubung dengan beberapa komponen kendaraan lainnya. Agar AC tak mudah rusak, perlu diketahui cara penggunaannya.

Bila ingin menghidupkan AC, lakukan pada saat posisi putaran mesin atau RPM rendah, yakni saat idle atau pedal gas tidak diinjak. Kenapa demikian, hal ini untuk menghindari gerakan yang terlalu keras antara pulley dan pressure plate pada compressor.

Pulley dan pressure plate merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem kerja AC. Pressure plate merupakan penghubung sehingga poras kompresor AC dapat berputar. Tugas sebagai penghubung itu, baru bisa dijalankan setelah pressure plate menempel ke pulley. Pressure plate ini akan mendekati pulley ketika AC dihidupkan.

Namun pulley adalah komponen yang selalu berputar selama mesin hidup dan putarannya bisa berubah-ubah. Tinggi-rendahnya putaran pulley bergantung pada kerja mesin. Pulley akan berputar cepat ketika di RPM tinggi. Sebaliknya, melambat saat putara RPM rendah.

Dari sini pengguna mobil dapat memperkirakan, kapan waktu yang tepat untuk menempelkan pressure plate ke pulley. Bayangkan apa yang terjadi bila menempelkan pressure plate saat putaran mesin tinggi. Bisa terjadi gesekan keras antara permukaan pressure plate dan pulley. Bila kebiasaan ini terus terulang, permukaan gesek dua komponen tersebut akan cepat aus.

Bila aus, tenaga putar mesin tak dapat diteruskan secara maksimal ke kompresor. Kondisi ini biasanya disebut slip. Ada dua dampak lanjutan yang dirasakan bila terjadi slip, pertama, terdengar suara berisik pada kompresor dan AC menjadi tak dingin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*